Kumpulan Hadis Tentang Berbekam.

Walaupun perkembangan dunia perubatan semakin maju dan meningkat, tidak ketinggalan juga pengobatan Tibbun Nabawi yang sekarang ini semakin di minati ramai. Tumbuhnya Perawat-perawat bekam seperti tumbuhnya cendawan selepas hujan. Rawatan bekam ini telah di anggap begitu berkesan, mujarab dan yang pasti dapat dimampui oleh kalangan masyarakat umum.

Bekam merupakan pengobatan dengan cara mengeluarkan darah kotor (toxin) dari dalam tubuh. Walaupun demikian, keyataannya masih banyak kalangan masyarakat yang masih tidak tahu asal usul bekam ini. Ada yang menyangka perkara sebegini tidak berlaku di Zaman Nabi Mohd saw. Sekarang para pembaca akan tahu kebenarannya setelah membaca artikel ini yang mengutip beberapa hadis sahih berkenaan bekam. Di antaranya ialah:-

 سُئِلَ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ عَنْ كَسْبِ الْحَجَّامِ فَقَالَ احْتَجَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَجَمَهُ أَبُو طَيْبَةَ فَأَمَرَ لَهُ بِصَاعَيْنِ مِنْ طَعَامٍ وَكَلَّمَ أَهْلَهُ فَوَضَعُوا عَنْهُ مِنْ خَرَاجِهِ وَقَالَ إِنَّ أَفْضَلَ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ الْحِجَامَةُ أَوْ هُوَ مِنْ أَمْثَلِ دَوَائِكُمْ

 Dari Anas bin Malik r.a,(ditanya) mengenai Hijamah, beliau berkata : bahwa Sesungguhnya Rasulullah ber-bekam/hijamah dan memerintahkan keluarga beliau dan Rasulullah bersabda: Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah dengan Hijamah.Hadis dari Ibnu Abi Umar juga menyebutkan demikian(Shahih Muslim 1577)

 عَنْ أَبِي رَجَاءٍ، عَنْ سَمُرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:”أَفْضَلُ مَا تَدَاوَى بِهِ النَّاسُ الْحِجَامَةُ”. المعجم الكبير الطبراني

 Dari Abi Raja’, dari Samurah r.a. berkata : bahwa Sesungguhnya Rasulullah bersabda: Sebaik-baik pengobatan yang manusia lakukan adalah dengan Hijamah. (Mu’jam Kabir – At Thabrani)

 عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْتَجَمَ فِي رَأْسِهِ

Dari Ibn Abbas r.a, bahawa Rasulullah pernah dihijamah di kepala beliau (Shahih Bukhari – Bab Bekam di Kepala)

 حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ قَالَ لَنَا عَمْرٌو أَوَّلُ شَيْءٍ سَمِعْتُ عَطَاءً يَقُولُ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُاحْتَجَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ مُحْرِمٌ ثُمَّ سَمِعْتُهُ يَقُولُ حَدَّثَنِي طَاوُسٌ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ فَقُلْتُ لَعَلَّهُ سَمِعَهُ مِنْهُمَا

“Ali bin Abdullah bercerita kepada kami, Sufyan berkata; Amru berkata, kepada kami, ‘Hal yang pertama kali aku dengar dari Atho’ adalah saat dia berkata, ‘Aku mendengar Ibnu Abbas ra. berkata, ‘Rasulullah saw. berbekam saat sedang ihram’. Kemudian aku mendengar dia berkata, telah menceritakan kepada saya Thowus dari Ibnu ‘Abbas ra. Maka berkata, ‘Barangkali dia mendengar hadis tersebut dari keduanya.” (Shahih Bukhari, No. 1704)

 حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ أَبِي عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَعْرَجِ عَنْ ابْنِ بُحَيْنَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَاحْتَجَمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ مُحْرِمٌ بِلَحْيِ جَمَلٍ فِي وَسَطِ رَأْسِهِ

 

“Khalid bin Mukhlad bercerita kepada kami, Sulaiman bin Bilal dari Alqamah dari Abdurrahman Al A’raj dari Ibnu Buhainah ra. bercerita kepada kami dengan berkata, “Nabi saw. berbekam saat sedang ihram ketika berada di Lahyi Jamal pada begian tengah kepala Beliau”. 

 حَدَّثَنَا مُعَلَّى بْنُ أَسَدٍ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْتَجَمَ وَهُوَ مُحْرِمٌ وَاحْتَجَمَ وَهُوَ صَائِمٌ

“Mu’alla bin Asad bercerita kepada kami, Wuhaib dari Ayyub dari Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas ra. bercerita kepada kami, bahwa Nabi saw. berbekam ketika sedang berihram dan juga berbekam ketika sedang berpuasa. (Shahih Bukhari, No. 1802)

 حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ احْتَجَمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ صَائِمٌ

“Abu Ma’mar bercerita kepada kami, Abdul Warits bercerita kepada kami, Ayyub dari ikrimah Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berbekam ketika sedang berpuasa. (Shahih Bukhari, No. 1705)

حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ ثَابِتًا الْبُنَانِيَّ قَالَ سُئِلَ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَكُنْتُمْ تَكْرَهُونَ الْحِجَامَةَ لِلصَّائِمِ قَالَ لَا إِلَّا مِنْ أَجْلِ الضَّعْفِ وَزَادَ شَبَابَةُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Adam bin Abu Iyas telah menceritakan kepada kami Syu’bah berkata, aku mendengar Tsabit Al Bunaniy berkata; Anas bin Malik ra. pernah ditanya; apakah engkau membenci berbekam ketika berpuasa? Dia menjawab, “Tidak, kecuali jika fisik lemah”. Syababah menambahkan, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, “Yaitu pada masa Nabi saw. ” (Shahih Bukhari, No. 1804)

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَوْنِ بْنِ أَبِي جُحَيْفَةَ قَالَ رَأَيْتُ أَبِي اشْتَرَى عَبْدًا حَجَّامًا فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ثَمَنِ الْكَلْبِ وَثَمَنِ الدَّمِ وَنَهَى عَنْ الْوَاشِمَةِ وَالْمَوْشُومَةِ وَآكِلِ الرِّبَا وَمُوكِلِهِ وَلَعَنَ الْمُصَوِّرَ

“Abu Al Walid telah menceritakan kepada kami, Syu’bah dari ‘Aun bin Abu Juhaifah berkata, aku melihat bapakku membeli seorang budak sebagai tukang bekam lalu aku tanyakan kepadanya maka dia berkata; Nabi saw. telah melarang harga (uang hasil jual beli) anjing, darah dan melarang orang yang membuat tato dan yang minta ditato dan pemakan riba’ dan yang meminjam riba serta melaknat pembuat patung”. (Shahih Bukhari, No. 1944)

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ إِسْحَقُ أَخْبَرَنَا و قَالَ الْآخَرَانِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عَمْرٍو عَنْ طَاوُسٍ وَعَطَاءٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْتَجَمَ وَهُوَ مُحْرِمٌ

“Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Zuhair bin Harb dan Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami, Ishaq berkata, telah mengabarkan kepada kami -sementara dua orang yang lain berkata- Telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Uyainah dari Amru dari Thawus dan Atha` dari Ibnu Abbas ra, bahwa Nabi saw. berbekam saat beliau sedang Ihram. (Shahih Bukhari, No. 2087)

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا حَدَّثَنَا مُصْعَبُ بْنُ شَيْبَةَ عَنْ طَلْقِ بْنِ حَبِيبٍ الْعَنَزِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا حَدَّثَتْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَغْتَسِلُ مِنْ أَرْبَعٍ مِنْ الْجَنَابَةِ وَيَوْمَ الْجُمُعَةِ وَمِنْ الْحِجَامَةِ وَمِنْ غُسْلِ الْمَيِّتِ

“Utsman bin Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bisyr telah menceritakan kepada kami Zakariyya telah menceritakan kepada kami Mush’ab bin Abi Syaibah dari Thalq bin Habib Al-‘Anazi dari Abdullah bin Az-Zubair dari Aisyah bahwa dia menceritakn kepadanya, bahwa Nabi saw. mandi ibadah karena empat alasan: junub, hari Jum’at, berbekam, dan memandikan mayat. (Sunan Abu Daud, No. 294)

 

Jumpa Lagi..Insyaallah Haji Saat Jais.

Kenapa Harus BERBEKAM?

Bekam merupakan salah satu cara pengobatan yang di sarankan atau di anjurkan oleh RASULULLAH dalam sabdanya :

“Kesembuhan itu terdapat dalam 3 hal, yakni minum madu, sayatan alat bekam, dan kay dengan api. Sesungguhnya aku melarang umatku dari kay”, (Shohihul Bukhori dalam juz 1 hal.5680)

Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Salam besabda :

الشِّفَاءُ فِيْ ثَلاَثَةٍ: شَرْبَةِ عَسَلٍ وَشَرْطَةِ مِحْجَمٍ وَكَيَّةِ نَارٍ وَإِنِّيْ أَنْهَى أُمَّتِيْ عَنْ الْكَيِّ

“Kesembuhan itu berada pada tiga hal, yaitu minum madu, sayatan pisau bekam dan sundutan dengan api (kay). Sesungguhnya aku melarang ummatku (berobat) dengan kay.” (HR Bukhari)

Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Salam bersabda :

إِنَّ أَمْثَلَ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ الْحِجَامَةُ وَالْفَصْدُ

“Sesungguhnya metode pengobatan yang paling ideal bagi kalian adalah hijamah (bekam) dan fashdu (venesection).” (HR Bukhari – Muslim)

Jumpa Lagi Insyaallah – Haji Saat Jais

 

Jenis-Jenis Bekam

BEKAM KERING (DRY CUPPING)

Bekam kering juga disebut sebagai bekam angin, metod atau cara bekam ini adalah menyedut permukaan kulit tanpa mengeluarkan darah dari dalamnya. Bekam ini biasa digunakan untuk mengatasi rasa nyeri yang disebabkan oleh reumatik dan rasa nyeri yang terjadi di bahagian belakang badan. Bekam jenis ini akan meninggalkan bekas bekam berupa lebam warna merah kehitam-hitaman pada tempat yang dibekam dan akan hilang beberapa hari kemudian.

BEKAM BASAH (WET CUPPING)

Bekam basah adalah sebuah metod bekam yang dilakukan dengan melakukan bekam kering dulu kemudian permukaan kulit yang dibekam dilukai dengan jarum yang disterilkan, kemudian disedut dengan menggunakan alat cupping set dan hand pump untuk mengeluarkan darah kotor melalui luka yang dibuat dengan jarum tadi. Biasanya dilakukan selama 3 hingga 5 minit dan tidak boleh lebih dari 9 minit. Penyedutan darah dapat dilakukan sebanyak maksima 7 kali dan tidak boleh lebih. Biasanya pada bahagian yang disedut akan mengeluarkan darah berwarna merah kehitaman dan berbuih.

Selepas berbekam, pada 1 jam yang pertama tidak boleh terkena air dan bekam cara ini juga tidak boleh kerap dilakukan dan diunjurkan jarak waktu selama 3 minggu sekali.

BEKAM API (FIRE CUPPING)

Kadang disebut sebagai Fire Cupping, seperti namanya bekam ini menggunakan medium api sebagai bahan untuk membuat ruangan hampa pada alat penyedut. Bekam ini dilakukan dengan gelas yang direkabentuk khusus untuk membuat ruang hampagas pada kawasan bekam. Udara di dalam gelas dibakar dengan menggunakan kertas atau kapas terbakar dan kemudian gelas akan ditempelkan ke permukaan kulit.

BEKAM LUNCUR (SLIDING CUPPING)

Bekam luncur adalah salah satu cara berbekam, ia itu gelas bekam diluncurkan di atas permukaan kulit yang rata (tidak tebal ototnya). Cara ini serupa dengan Guasha (China), scrapping (Inggeris) atau kerekkan (Indonesia), tetapi cara ini lebih baik kerana tidak merosakan kulit sebagaimana pengkerekan (menggunakan sudu atau duit siling) yang di gunakan untuk  mengerek tisu atau sel mati dari rongga tubuh badan.

BEKAM TARIK (FLASH CUPPING) ATAU BEKAM CEPAT

Bekam tarik adalah cara bekam yang dilakukan dengan cara menarik dan melepaskan secara cepat pada bahagian kulit yang sukar di bekam, atau apabila dibekam gelas cenderung untuk jatuh (tidak melekat) Kawasan ini biasanya dilakukan di sekitar muka dan dahi.

Jumpa lagi Insyaallah – Haji Saat Jais.

 

 

Soalan-Soalan Lazim Mengenai Berbekam

Adakah Kaedah Bekam Darah Menyakitkan?

Tidak, kerana cara bekam darah dilakukan menggunakan sejenis alat moden yang dipanggil PEN BEKAM. Tusukan yang dilakukan pada kulit tersangatlah pantas sehingga membuatkan anda tidak terasa yang tusukan sedang berlaku pada kulit anda.

Adakah Selamat Melakukan Kaedah Bekam Darah?

Ya selamat, kerana kami menggunakan jarum pakai buang, iaitu setiap pelanggan akan diperuntukkan sebilah jarum baru. Semua alatan bekam kami akan dicuci menggunakan klorok dan sabun dettol sebaik sahaja selesai digunakan.

Apakah Waktu Yang Tepat Yang Mampu Memberikan Kesembuhan Maksimum Untuk Rawatan Bekam Darah?

Waktu yang tepat berbekam ialah 17, 19 dan 21hb. mengikut kalendar islam. Sebaik-baiknya sebelum datang berbekam hendaklah perut dalam keadaan kosong atau dua jam sebelum berbekam tidak mengambil apa-apa makanan dan minuman.

Siapakah Mereka Yang Dilarang Keras Berbekam Darah?

Mereka yang dilarang berbekam darah ialah mereka yang fizikalnya terlalu lemah. Seperti orang tua uzur, pengidap kanser darah, pengidap tekanan darah rendah yang serius, pengidap penyakit kulit yang serius, wanita hamil 3 bulan pertama dan wanita yang sedang datang haid.

Kaedah Bekam Manakah Yang Memberikan Kesembuhan Maksimum?

Kaedah bekam darah adalah kaedah yang memberikan kesembuhan maksimum pada pesakit amnya.

Kaedah Bekam Mana Pula Yang Mendapat Pahala Sunnah Bila Melakukannya?

Bekam sunnah/darah. Darah kotor akan disedut ke permukaan kulit.

Berapa Kerap Kita Perlu Mendapatkan Rawatan Bekam Darah?

Bagi orang sihat, anda dianjurkan berbekam sebulan sekali dan bagi orang yang berpenyakit anda dianjurkan berbekam seminggu sekali untuk tiga kali sessi pertama rawatan berturut2.

Apakah Pantang Larang Selepas Berbekam?

Anda digalakan tidak boleh makan, mandi dan tidur selepas menjalani rawatan bekam. Untuk 1 atau 2 jam berikutnya barulah anda boleh makan/tidur dan cuba elakkan memakan makanan yg menyebabkan kegatalan seperti seafood, telur, ayam dan sebagainya serta meminum air batu untuk tempoh seminggu selepas menjalani rawatan bekam bagi mendapatkan kesan yg lebih baik/mujarab.

Apakah Tips Sebelum Datang Berbekam Darah?

Sebaik2nya berpuasa sehari sebelum temu janji bekam ataupun perut dalam keadaan kosong dua jam sebelum berbekam. Berbekam tidak boleh di dalam keadaan perut terlalu kenyang kerana dikhuatiri makanan yang baru diambil belum diproses sepenuhnya dan menyukarkan darah kotor untuk naik ke permukaan kulit. Biasanya sebelum proses rawatan, anda telah diingatkan supaya mengosongkan perut terlebih dahulu.

Berapa Lama Tempoh Masa Yang Diambil Untuk Rawatan Tersebut?

Biasanya untuk bekam sunnah di badan (11 cup) akan mengambil masa satu jam – sehingga satu jam setengah dan bergantung kepada permintaan pelanggan serta banyaknya darah kotor yang disedut keluar. Jika darah yang disedut keluar sedikit sahaja akan memudahkan pembekam dan mengambil masa sekejap sahaja.

Adakah Darah Akan Mengalir Lagi Setelah Proses Rawatan Selesai?

Tidak. Darah akan berhenti secara automatik setelah dua kali sedutan dan keluarnya cecair putih dari badan pesakit menandakan proses rawatan ini telah selesai walaupun darah kotor masih banyak. Sebab itulah pesakit digalakkan untuk datang lagi bagi sessi rawatan selanjutnya bagi membuang sisa-sisa darah kotor yang masih tertinggal dalam tempoh-tempoh tertentu bergantung kepada keadaan rawatan sebelumnya.

Apakah Tanda-Tanda Yang Dialami Oleh Pelanggan Selepas Rawatan Bekam Selesai?

Anda akan merasa sedikit kegatalan di tempat sedutan darah kotor tadi tetapi dalam tempoh yang singkat sahaja. Jangan digaru cuma gosok-gosok perlahan sahaja di tempat gatal itu. Bagi setengah orang akan merasa letih, lesu, sedikit demam bergantung kepada keadaan seseorang itu. Kesan-kesan ini akan hilang dalam masa yang singkat dan selepas itu badan akan terasa lebih ringan dan selesa.

Berapa Lama Tanda-Tanda Lebam Di Badan Akan Hilang?

Bagi rawatan bekam sunnah/darah akan mengambil masa seminggu atau lebih awal daripada itu bergantung kepada keadaan seseorang. Bagi bekam angin (dry cupping) akan mengambil masa yang lebih lama daripada itu.

Bagaimana Pula Dengan Rawatan Resdung? Adakah Muka Akan Menjadi Lebam Kesan Sedutan Tersebut?

Tidak. Dengan syarat anda membuat rawatan asas di badan bagi membuang darah kotor terlebih dahulu. Selepas itu barulah rawatan resdung akan dibuat. Untuk rawatan ini, jarum akan dilaraskan ke tahap sederhana kerana kulit muka agak berbeza dengan kulit badan. Anda disarankan supaya tidak menjarakkan rawatan pertama dan kedua terlalu jauh bagi mendapatkan kesan yg lebih baik.

 

Jumpa Lagi. Insyaalah……Haji Saat Jais

Bahaya Penggunaan Silet (Pisau Cukur) Sebagai Alat Torehan (Sayatan).

Kesan negative dalam menggunakan Silet (pisau Cukur) untuk torehan termasuk High Risk, kerana boleh menyebabkan karsinogen atau bahan yang boleh menyebabkan kanser.  Kesan karsinogen tidak akan Nampak atau di rasakan, pada waktu yang singkat. Sehari, Seminggu atau sebulan ataupun mungkin setahun atau boleh mencecah beberapa tahun  sehingga terjadinya Kanser.

Inilah Perbezaan Ketara Di Antara Silet (Pisau Cukur) Dan Pisau Bedah.

Gambar: Dengan menggunakan Surgical Blade (Pisau Bedah.)

Perbezaan Di Antara Silet (Pisau Cukur) Dan Pisau Bedah (Surgical Blade)
Silet (Pisau Cukur) Pisau Bedah (Surgical Blade)
1.    Mengandungi Zat Pewarna Tembaga. 1.Bebas Daripada Zat tersebut.
2.    Mengandungi Zat Anti Karat 2.Bebas Daripada Zat Tersebut.
3.    Mengandungi semua unsur dalam logam, seperti Ni, Al, Cr, Fe . 3.Bebas daropada Zat tersebut.
4.    Gabungan kedua-dua zat ini boleh menyebabkan karsinogen yang tersebar di seluruh jaringan tubuh pada kemudian hari kerana kandungan  dan zat-zat ini bersentuhan dengan pembuluh Darah. 4.Bebas daripada kandungan  zat-zat tersebut, maka tidak akan mendatangkan kesan karsinogen.
5.    Lazim kegunaannya untuk mencukur rambut, janggut atau bulu . Bukan untuk menoreh kulit. 5.Menurut standard yang digunakan oleh pakar-pakar perubatan dan Doktor bedah.
6.    Tidak steril 6.Disteril dari Kilang.
7.    Tidak mempunyai tarikh lupus. 7. Mempunyai tarikh lupus 3 atau lima tahun.
8.    Pengamal dianggap sebagai pengamal murahan dan tidak ilmiah. 8.Pengamalnya dapat dianggap sebagai pakar yang berkualiti dan sangat saesuai dengan standard perubatan.
9.    Boleh mendapat cemuhan, terutama dari kalangan pengamal perubatan moden. Juga dapat merosakkan imej Perubatan Bekam. 9.Meningkatkan Imej Pengamal Bekam dan Imej Islam juga.

Penggunaan Silet sebagai alat torehan bekam melibatkan tiga pehak. Pesakit Yang dibekam, Imej Bekam dan Pengamal Bekam itu sendiri. Pembekam  yang menggunakan silet sebagai alat torehan perlu bertanggung jawab sama ada di Dunia ataupun di akhirat.  Samaada torehannya terlalu dalam atau jika kemudian hari persakit terkena kanser yang di sebabkan sentuhan  antara silet yang tidak steril dengan pembuluh darah.

Perlu di ingat torehan bekam perlu dilakukan setipis mungkin.. Secara kasar apabila darah keluar dengan cara merembes namun tidak sampai mengalir (kecuali kerana darah memang cair kerana adanya sebab-sebab tertentu).  Torehan bekam  hanyalah terhad pada pembuluh darah yang paling luar yang dekat dengan permukaan kulit ia itu ,mengenai      pembuluh darah kapilari pada lapisan epidemis (kulit yang paling luar), agar darah yang  dikeluarkan benar-benar darah kotor..

Jika torehan terlalu dalam, maka darah yang keluar lebih banyak ialah darah segar atau bersih dan yang pasti mengakibat parut (scar) atau luka tetap pada kulit yang tidak akan hilang disepanjang hayat.

Standard torehan dengan menggunakan pisau bedah steril dan dengan teknik yang kusus semasa membuat torehan (sayatan) dan kaedah penutupan luka. Setelah 2 minggu Insyaalah bekas torehan tidak akan Nampak.

Haji Saat Jais – Jumpa lagi Insyaallah……

Berbekam Sebulan Sekali Boleh Meningkatkan Kesuburan!

sperm

Sukar mendapat zuriat atau anak? Amalkan berbekam anda dan isteri ,  sebulan sekali sebanyak 3 kali (sesi) dan mengamalkan minum madu asli setiap hari sekurang-kurangnya Bekam1selama 3 bulan, insyaAllah tahap kesuburan akan meningkat dan peluang kebarangkalian untuk mendapat zuriat juga adalah tinggi.

Sebagai tambahan digalakkan juga memakan kurma, kismis dan minum susu segar. Dan sentiasa berdoa, Insyaallah kesuburan akan meningkat dan anda akan mendapat zuriat dengan Izin Allah.

Sabda RASULULLAH SAW:

“Kesembuhan itu berada pada tiga hal, iaitu minum madu, sayatan pisau bekam dan sundutan dengan api panas (kay). Sesungguhnya aku melarang ummatku berubat dengan kay” Hadis Sahih Al-Bukhari

Haji Saat Jais –  Jumpa Lagi Insyaallah..

Soal Jawab Dengan Pelanggan Yang Dibekam.

Pelanggan:

Yang Mana Lebih Baik Bekam Sayat Atau Jarum.?

Saya Jawab:.

Bekam2Menurut Thibbun Nabawi, Rasululluh SAW, menganjurkan  bekam dengan mengunakan sayatan. Kelebihan sayatan dibandingkan dengan jarum (lancet pen) menurut moden medicine adalah sebagai:-

  • Pembuatan luka di dalam dunia medis yang paling baik adalah dengan sayatan, kerana penyembuhan jaringannya lebih cepat, tepi dinding luka tertaut dengan rapi.
  • Tidak akan terjadi dua kali turihan (jarum) pada lubang yang sama.
  • Dengan sayatan yang tipis maka darah yang keluar adalah benar-benar dari pembuluh kapilari (capillary) di bawah kulit yang tidak melebihi lapisan dermis.

Pelanggan:

Kalau sayatan lebih baik kenapa Tuan Haji gunakan Jarum (lancet pen)?

Saya Jawab:

Saya memang tidak pernah belajar bekam dengan menggunakan Pisau atau Blade. Tetapi saya ada beberapa kali ingin berbekam dengan pembekam yang menggunakan sayatan, malangnya saya membatalkan niat saya itu kerana pada ketika itu ada yang di bekam itu pitam. Saya berfikir dan saya ulang pelajaran yang telah saya pelajari. Kesimpulannya orang yang membekam dengan sayatan mestilah mereka yang betu-betul arif dan mahir, dan dengan sayatan yang tipis, bukan terlalu dalam. Masalahnya berapa ramai pembekam yang menggunakan sayatan yang boleh melakukannya tanpa membahayakan pelanggan? Pengajian saya juga menyatakan yang menggunakan Jarum (lancet Pen) juga tidak kurang effektifnya dan tidak mengundang risiko yang besar.

Saya juga banyak bertanya pengamal-pengamal bekam, mereka juga sependapat dengan saya. Zaman Nabi ketika itu tidak ada jarum pembekam, jadi keadaanya ketika itu sudah pasti dengan sayatan. Yang anihnya ada pengamal sayatan yang mengatakan mereka yang menggunakan jarum (lancet pen) tidak mengikut sunah. Apakah mereka sebenarnya mengikut sunah? Pertanyaan saya kenapa mereka tidak menggunakan botol, bekas kaca, buluh atau tanduk binatang dan menggunakan kapas pembakar untuk menghilangkan udara supaya alat pembekam dapat menyedut daerah yang di bekam,untuk melakukan bekam. Adakah blade (Blade Pisau Cukur) sudah ada di zaman Nabi? Pisau yang macam mana digunakan semasa zaman Nabi?

Peralatan Moden seperti alat penyedut, cawannya mereka juga menggunakan benda yang sama Cuma bezanya sayatan dan pengunaan jarum sahaja yang berlainan. Zaman Nabi Dahulu kenderaannya adalah Unta, kuda atau Keldai, tak kan saya nak kemana-mana juga harus menggunakan kenderaan seperti itu di zaman yang moden serta cangih ini? Cuma bagi saya kalau Anda memang mahir serta Arif dengan sayatan buatlah itu kemahiran Anda. Cuma jangan mengatakan cara kami dengan menggunakan jarum tidak bagus dan tidak mengikut Sunnah.

Bukalah minda dan berfikirlah di luar kotak. Untuk pelanggan yang ingin berbekam tepuk dada Tanya hati, pergilah mana-mana tempat yang Anda berkenan, kerananya risikonya Anda yang terima.

 

Haji Saat Jais.

Jumpa Lagi Insaa Allah……