Kumpulan Hadis Tentang Berbekam.

Walaupun perkembangan dunia perubatan semakin maju dan meningkat, tidak ketinggalan juga pengobatan Tibbun Nabawi yang sekarang ini semakin di minati ramai. Tumbuhnya Perawat-perawat bekam seperti tumbuhnya cendawan selepas hujan. Rawatan bekam ini telah di anggap begitu berkesan, mujarab dan yang pasti dapat dimampui oleh kalangan masyarakat umum.

Bekam merupakan pengobatan dengan cara mengeluarkan darah kotor (toxin) dari dalam tubuh. Walaupun demikian, keyataannya masih banyak kalangan masyarakat yang masih tidak tahu asal usul bekam ini. Ada yang menyangka perkara sebegini tidak berlaku di Zaman Nabi Mohd saw. Sekarang para pembaca akan tahu kebenarannya setelah membaca artikel ini yang mengutip beberapa hadis sahih berkenaan bekam. Di antaranya ialah:-

 سُئِلَ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ عَنْ كَسْبِ الْحَجَّامِ فَقَالَ احْتَجَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَجَمَهُ أَبُو طَيْبَةَ فَأَمَرَ لَهُ بِصَاعَيْنِ مِنْ طَعَامٍ وَكَلَّمَ أَهْلَهُ فَوَضَعُوا عَنْهُ مِنْ خَرَاجِهِ وَقَالَ إِنَّ أَفْضَلَ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ الْحِجَامَةُ أَوْ هُوَ مِنْ أَمْثَلِ دَوَائِكُمْ

 Dari Anas bin Malik r.a,(ditanya) mengenai Hijamah, beliau berkata : bahwa Sesungguhnya Rasulullah ber-bekam/hijamah dan memerintahkan keluarga beliau dan Rasulullah bersabda: Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah dengan Hijamah.Hadis dari Ibnu Abi Umar juga menyebutkan demikian(Shahih Muslim 1577)

 عَنْ أَبِي رَجَاءٍ، عَنْ سَمُرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:”أَفْضَلُ مَا تَدَاوَى بِهِ النَّاسُ الْحِجَامَةُ”. المعجم الكبير الطبراني

 Dari Abi Raja’, dari Samurah r.a. berkata : bahwa Sesungguhnya Rasulullah bersabda: Sebaik-baik pengobatan yang manusia lakukan adalah dengan Hijamah. (Mu’jam Kabir – At Thabrani)

 عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْتَجَمَ فِي رَأْسِهِ

Dari Ibn Abbas r.a, bahawa Rasulullah pernah dihijamah di kepala beliau (Shahih Bukhari – Bab Bekam di Kepala)

 حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ قَالَ لَنَا عَمْرٌو أَوَّلُ شَيْءٍ سَمِعْتُ عَطَاءً يَقُولُ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُاحْتَجَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ مُحْرِمٌ ثُمَّ سَمِعْتُهُ يَقُولُ حَدَّثَنِي طَاوُسٌ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ فَقُلْتُ لَعَلَّهُ سَمِعَهُ مِنْهُمَا

“Ali bin Abdullah bercerita kepada kami, Sufyan berkata; Amru berkata, kepada kami, ‘Hal yang pertama kali aku dengar dari Atho’ adalah saat dia berkata, ‘Aku mendengar Ibnu Abbas ra. berkata, ‘Rasulullah saw. berbekam saat sedang ihram’. Kemudian aku mendengar dia berkata, telah menceritakan kepada saya Thowus dari Ibnu ‘Abbas ra. Maka berkata, ‘Barangkali dia mendengar hadis tersebut dari keduanya.” (Shahih Bukhari, No. 1704)

 حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ أَبِي عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَعْرَجِ عَنْ ابْنِ بُحَيْنَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَاحْتَجَمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ مُحْرِمٌ بِلَحْيِ جَمَلٍ فِي وَسَطِ رَأْسِهِ

 

“Khalid bin Mukhlad bercerita kepada kami, Sulaiman bin Bilal dari Alqamah dari Abdurrahman Al A’raj dari Ibnu Buhainah ra. bercerita kepada kami dengan berkata, “Nabi saw. berbekam saat sedang ihram ketika berada di Lahyi Jamal pada begian tengah kepala Beliau”. 

 حَدَّثَنَا مُعَلَّى بْنُ أَسَدٍ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْتَجَمَ وَهُوَ مُحْرِمٌ وَاحْتَجَمَ وَهُوَ صَائِمٌ

“Mu’alla bin Asad bercerita kepada kami, Wuhaib dari Ayyub dari Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas ra. bercerita kepada kami, bahwa Nabi saw. berbekam ketika sedang berihram dan juga berbekam ketika sedang berpuasa. (Shahih Bukhari, No. 1802)

 حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ احْتَجَمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ صَائِمٌ

“Abu Ma’mar bercerita kepada kami, Abdul Warits bercerita kepada kami, Ayyub dari ikrimah Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berbekam ketika sedang berpuasa. (Shahih Bukhari, No. 1705)

حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ ثَابِتًا الْبُنَانِيَّ قَالَ سُئِلَ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَكُنْتُمْ تَكْرَهُونَ الْحِجَامَةَ لِلصَّائِمِ قَالَ لَا إِلَّا مِنْ أَجْلِ الضَّعْفِ وَزَادَ شَبَابَةُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Adam bin Abu Iyas telah menceritakan kepada kami Syu’bah berkata, aku mendengar Tsabit Al Bunaniy berkata; Anas bin Malik ra. pernah ditanya; apakah engkau membenci berbekam ketika berpuasa? Dia menjawab, “Tidak, kecuali jika fisik lemah”. Syababah menambahkan, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, “Yaitu pada masa Nabi saw. ” (Shahih Bukhari, No. 1804)

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَوْنِ بْنِ أَبِي جُحَيْفَةَ قَالَ رَأَيْتُ أَبِي اشْتَرَى عَبْدًا حَجَّامًا فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ثَمَنِ الْكَلْبِ وَثَمَنِ الدَّمِ وَنَهَى عَنْ الْوَاشِمَةِ وَالْمَوْشُومَةِ وَآكِلِ الرِّبَا وَمُوكِلِهِ وَلَعَنَ الْمُصَوِّرَ

“Abu Al Walid telah menceritakan kepada kami, Syu’bah dari ‘Aun bin Abu Juhaifah berkata, aku melihat bapakku membeli seorang budak sebagai tukang bekam lalu aku tanyakan kepadanya maka dia berkata; Nabi saw. telah melarang harga (uang hasil jual beli) anjing, darah dan melarang orang yang membuat tato dan yang minta ditato dan pemakan riba’ dan yang meminjam riba serta melaknat pembuat patung”. (Shahih Bukhari, No. 1944)

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ إِسْحَقُ أَخْبَرَنَا و قَالَ الْآخَرَانِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عَمْرٍو عَنْ طَاوُسٍ وَعَطَاءٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْتَجَمَ وَهُوَ مُحْرِمٌ

“Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Zuhair bin Harb dan Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami, Ishaq berkata, telah mengabarkan kepada kami -sementara dua orang yang lain berkata- Telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Uyainah dari Amru dari Thawus dan Atha` dari Ibnu Abbas ra, bahwa Nabi saw. berbekam saat beliau sedang Ihram. (Shahih Bukhari, No. 2087)

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا حَدَّثَنَا مُصْعَبُ بْنُ شَيْبَةَ عَنْ طَلْقِ بْنِ حَبِيبٍ الْعَنَزِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا حَدَّثَتْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَغْتَسِلُ مِنْ أَرْبَعٍ مِنْ الْجَنَابَةِ وَيَوْمَ الْجُمُعَةِ وَمِنْ الْحِجَامَةِ وَمِنْ غُسْلِ الْمَيِّتِ

“Utsman bin Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bisyr telah menceritakan kepada kami Zakariyya telah menceritakan kepada kami Mush’ab bin Abi Syaibah dari Thalq bin Habib Al-‘Anazi dari Abdullah bin Az-Zubair dari Aisyah bahwa dia menceritakn kepadanya, bahwa Nabi saw. mandi ibadah karena empat alasan: junub, hari Jum’at, berbekam, dan memandikan mayat. (Sunan Abu Daud, No. 294)

Pembekam Dari Kaum Adam (Lelaki)

Nama Tel
Haji Saat Jais 9781 1070
Haji Abdul  Aziz Nk 8821 9115
Haji Sufian Sabari 9727 6661
Haji Bakri 9616 3176
Haji Omar 96203131
Haji Yusuf 9677 3645
Tuan Ishaark 8111 9647
Tuan Juhari 90102556
Tuan Sufian Sharul 8589 6257
Tuan Yusof Al-Yishuni 97575687
Dr Rashidin 8204 8951
Tuan Azizi Abd Hadi (Melaka) +60172961196
Pak Amin (Brunei) +673 823 1122

Pembekam Dari Kaum Hawa ( Wanita)

Nama Tel
Puan Shalina 9359 2137
Puan Rose Fatimah 9061 4150
Puan Minah 9668 3184
Puan Ina 94667439

 

Jumpa Lagi..Insyaallah Haji Saat Jais.

Advertisements

Kenapa Harus BERBEKAM?

Bekam merupakan salah satu cara pengobatan yang di sarankan atau di anjurkan oleh RASULULLAH dalam sabdanya :

“Kesembuhan itu terdapat dalam 3 hal, yakni minum madu, sayatan alat bekam, dan kay dengan api. Sesungguhnya aku melarang umatku dari kay”, (Shohihul Bukhori dalam juz 1 hal.5680)

Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Salam besabda :

الشِّفَاءُ فِيْ ثَلاَثَةٍ: شَرْبَةِ عَسَلٍ وَشَرْطَةِ مِحْجَمٍ وَكَيَّةِ نَارٍ وَإِنِّيْ أَنْهَى أُمَّتِيْ عَنْ الْكَيِّ

“Kesembuhan itu berada pada tiga hal, yaitu minum madu, sayatan pisau bekam dan sundutan dengan api (kay). Sesungguhnya aku melarang ummatku (berobat) dengan kay.” (HR Bukhari)

Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Salam bersabda :

إِنَّ أَمْثَلَ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ الْحِجَامَةُ وَالْفَصْدُ

“Sesungguhnya metode pengobatan yang paling ideal bagi kalian adalah hijamah (bekam) dan fashdu (venesection).” (HR Bukhari – Muslim)

Jumpa Lagi Insyaallah – Haji Saat Jais